Sentra Pengerajin Ukir Jepara

Sentra Pengerajin Ukir Jepara

Membahas Seni ukir Jepara pasti tidak terlepas dari Sentra Ukir Jepara, keberadaan sentra-sentra ukir Jepara memudahkan peminat seni ukir jepara untuk mendapatkan hasil karya sesuai keinginan mereka. Sentra pengerajin ukir Jepara cukup beragamkir sdiantaranya sentra ukir relief jepara, sentra ukir patung jepara, sentra ukir gebyok jepara, sentra ukir almari jepara, dan lain-lainnya. Pemkab Jepara Sendiri telah memfasilitasi dan memfokuskan sentra pengerajin ukiran Jepara menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Sentra Ukir Patung, di Desa Mulyoharjo Jepara.
Mayoritas penduduk Desa Mulyoharjo adalah pengukir dan pemahat patung kayu, yang menjadikan Desa Mulyoharjo menjadi Sentra Kerajinan Ukir Patung. Jenis seni patung ukir khas Jepara yang familiar dan legendaris dari Mulyoharjo ialah patung Macan Kurung.

 

2. Sentra Ukir Relief, di Desa Senenan Jepara.
Sentra pengrajin seni ukir relief Jepara berada di desa Senenan Jepara. Seni ukir relief jepara merupakan karya seni bercita rasa tingi yang dibuat dari sebuah papan kayu utuh lantas di pahat dengan seksama sampai menjadi gambar tiga dimensi yang mengagumkan.

 

3. Sentra Ukir Minimalis, di Desa Petekeyan
Desa Petekeyan menjadi sentraukir minimalis jepara dikarenakan mayoritas warga desa Peteyekan bergelut dibidang Industri Kerajinan Ukir Meubel Minimalis.

 

4. Sentra Ukir Gebyok, di Desa Blimbingrejo
Salah satu karya seni ukir Jepara yang sangat di kenal adalah Gebyok Ukir Jepara, Geboyok ukir Jepara sat ini cukup banyak digunakan pintu utama tempat tinggal yang sangat ekslusif dan bercitarasa seni yang tinggi
Sentra Gebyok Ukir berada di Desa Blimbingrejo Jepara yang telah menjadi Sentra Gebyok ukir semenjak tahun 1980-an sampai dengan saat ini.

 

5. Sentra Ukir Almari, di Desa Bulungan Jepara
Sentra Ukir Almari Jepara dikenal di Desa Bulungan, Banyak Warga Desa Bulungan yang berprofesi sebagai pembuat produk mebel ukir khususnya berbentuk almari.

6. Sentra Ukir Genteng, di Desa Mayong Kidul
Sentra Ukir Genteng Jepara terletak di Desa Mayong Kidul, Genteng Ukir Jepara ialah genteng dengan format ukiran khas Jepara, yang tidak mayoritas diproduksi warga di Desa Mayong, Diantara motif genteng ukir khas Jepara yakni Genteng Makuta, Genteng Gatotkaca, Genteng Krepyak.

Demikian Pembahasan kita kali ini tentang Sentra Pengerajin Ukir Jepara, semoga bisa menambah refrensi anda.

Semoga bermanfaat.

Mengenal Lebih Dekat Ukiran Khas Jepara

Mengenal Lebih Dekat Ukiran Khas Jepara

Mungkin bisa dipastikan semua orang telah mengenal kota Jepara sebagai kota ukir, namun rasanya belum banyak yang mengetahui apa dan bagaimana ukiran jepara tersebut. di arikel kali ini kami coba uraikan beberapa materi yang bisa menjadi tambahan anda unuk semakin mengenal lebih dekat ukiran khas jepara.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih dekat ukiran khas Jepara, berikut ini beberapa hal yang menjadikan ciri khas ukiran Jepara :

Silahkan dibaca juga : Sejarah Asal Mula Seni Ukir Jepara

1. Motif Ukir Jepara
– Motif ukir khas jepara adalah expresi dari bentuk – bentuk tumbuhan yang menjalar.
– Tiap ujung motif menjumbai daun – daun krawing yang terukir sangat dinamis.
– Umumna pada tengah jumbai ada motif buah – buah kecil dengan bentuk lingkaran.

Motif atauragam hias Jepara terdiri dari:

– Tangkai Relung
– Jumbai (Ujung Relung)
– Trubusan
– Status Sosial ( Furnitur Ukir Jepara dapat menunjukkan status sosial seseorang,
dimana produk ukir jepara terkenal dengan kwalitas dan juga harga yang sangat tinggi, sebab itu tidak semua orang mampu memiliki, bagi yang mempunyai mebel ukir Jepara baik kursi, meja, almari, patung, gebyok ukir Jepara, menunjukan kwalitas status sosial nya.)

2. Keunggulan Ukir Jepara
Ukiran Khas Jepara mempunyai kelebihan yang membuatnya terkenal antara lain dikarenakan Inovasi pengrajin ukiran Jepara. Jika kita melihat motif ukir khas Jepara tentu motifnya tidak monoton melainkan akan selalu berubah sesuai trend yang sedang berkembang pada masanya,

3. Tampilan ukiran
Tampilan motif ukiran Jepara jika di cermati maka akan terlihat fleksibel dengan motif yang tidak kaku, apik, unik, estetis dan mempesona.
mempesona.

4 Diukir Oleh Ahlinya
Dalam Menghasilkan karya motif ukir yang baik dan unik tentu cukup sulit, pengukir tentunya harus memiliki jiwa seni, tekhnik mengukir, serta ketelaenan yang sangat tinggi.
dan tentunya kreaivitas untuk menciptakan karya yang unik harus dimiliki seorang pengukir.

Demikian Pembahasan kali ini semoga bisa menambah refrensi kita untuk mengenal lebih dekat ukiran khas Jepara.

Semoga bermanfaat.

Menelusuri Sejarah Asal Mula Seni Ukiran dari Jepara

Menelusuri Sejarah Asal Mula Seni Ukiran dari Jepara

KaryaBaruMandiri.com | Produsen Furniture Jati Berkwalitas,

Kali ini Kita Mencoba Menelusuri kisah sejarah asal usul seni ukir jepara dan alasan mengapa tidak sedikit penduduk di jepara memiliki kemahiran meng-ukir, ukir jepara. Ukiran Jepara adalah seni ukir khas yang berasal dari Jepara yang saat ini familiar dengan sebutan Kota Ukir, kemudian semakin dikenal sebagai Kota Ukir Dunia, dengan citra Kota Jepara “The World Carving Center”,
Hal ini dikarenakan banyak produk – produk ukir Jepara terkenal dan sangat disukai oleh banyak pencinta seni ukiran khas jepara baik dari dalamnegri bahkan hingga luar negeri.

Salah satu sumber cerita sejarah asal usul seni ukir jepara, meskipun tidak ada bukti sejarah otentiknya, kita dapat menyimak cerita legenda yang tidak sedikit diceritakan mengenai sejarah awal seni. Berikut ini terdapat sebuah kisah unik yang konon menjadi cerita sejarah asal mula timbulnya seni ukir di Jepara.

Kisah sejarah asal usul Seni ukir jepara ini menjadi suatu cerita dongeng yang banyak diceritakan orang tua kepada anaknya sejak dulu. Berikut ini cerita sejarah asal usul Seni ukir jepara nya. Pada zaman dahulu kala terdapat seorang pengukir dan pelukis dari Kerajaan Majapahit, di masa pemerintahan Raja Brawijaya bernama Prabangkara yang juga dikenal dengan sebutan Joko Sungging. Lukisan dan ukiran Prabangkara terkenal di semua pelosok negeri.

Hingga Suatu saat Raja Brawijaya berkeinginan mempunyai lukisan istrinya dengan suasana telanjang tanpa busana sebagai wujud rasa cinta sang raja terhadap isrinya. Sebab itu, Prabangkara dipanggil guna mewujudkan apa yang dimau sang Raja. Bagi Prabangkara, pasti hal ini cukup sulit, dikaernakan meski pun mengenal wajah sang istri raja, namun dia pastinya belum pernah melihat figur istri raja dengan tanpa busana.

Akhirnya seelah bekerja keras dengan imajinasinya, Prabangkara sukses mencipakan lukisan yang diinginkan. Tepati, disaat Prabangkara sedang istirahat, tiba – tiba saja terdapat seekor cicak yang buang tinja mengenai lukisan permaisuri tersebut, kotoran cicak itu pun kemudian mengering dan membentuk seperti tahi lalat.

Kemudian Raja bergembira dengan hasil karya Lukisan Prabangkara tersebut, karya lukisan yang lukisan yang indah , serupa aslinya. Sang raja kemudian meneliti lukisan itu dengan seksama. Ketika dia menyaksikan tahi lalat, raja pun murka. Raja mendakwa Prabangkara menyaksikan langsung permaisuri tanpa busana, dikarenakan tempat tahi lalatdilukisan serupa seperti kenyataan sebenarnya.

Kemudian Raja Brawijaya murka karena cemburu dan menghukum sang pelukis Prabangkara dengan cara mengikatnya di layang-layang, lantas segera menerbangkan layang – layang tersebut, yang melayang terbang sampai jatuh di belakang Gunung di daerah Jepara. Belakang Gunung tersebut kini dikenal bernama Mulyoharjo di Jepara. Di lokasi inilah lantas Prabangkara menetap dan mengajarkan ilmu mengukir untuk warga Jepara pada masa tersebut dan keahlian ukir penduduk di Jepara bertahan dan lestari serta terus berkembang hingga saat ini.

Sejarah perkembangan ukiran jepara lainnya yaitu pada kisah masa Kerajaan Kalinyamat, dimana arsitektur Jepara mengalami perkembangan arsitektur terutama dalam ukir – ukiran, tepatnya saat Tjie Bin Thang (Toyib) dan ayah angkat nya yakni Tjie Hwio Gwan pindah ke Jawa (Jepara). Dimana ketika Tjie Bin Thang (Toyib) menjadi raja di Kerajaan Kalinyamat, bergelar Sultan Hadlirin dan Tjie Hwio Gwan menjadi patih bergelar Sungging Badar Duwung.

Jika diartikan gelar Sungging Badar Duwung yakni ( sungging = “memahat”, badar = “batu”, duwung = “tajam”), dimana gelar sungging karena Badar Duwung ialah seorang yang berpengalaman dengan seni pahat dan ukir. Tjie Hwio Gwan ialah tokoh yang membuat dekorasi ukiran di dinding Masjid Astana Mantingan, Beliau yang mengajarkan kemahiran seni ukir untuk penduduk di Jepara. Di tengah kesibukannya sebagai mangkubumi Kerajaan Kalinyamat (Jepara), Patih Sungging Badar Duwung masih melakukan kegiatan mengukir di atas batu yang eksklusif didatangkan dari negeri Tiongkok, karena batu-batu dari Tiongkok tidak cukup mencukupi kebutuhan, maka warga Jepara memahat ukiran pada batu putih dan kayu.

Tjie Hwio Gwan mengajarkan seni pahat dan ukir untuk penduduk Jepara, dan hingga saat ini kita dapat melihat arsitektur Bangunan Kuno di Jepara banyak dihiasi ornamen-ornamen ukir, hasil karya warga Jepara yang memiliki ketrampilan seni pahat dan ukir.

Hingga saat ini keahlian seni pahat dan ukir penduduk jepara diwariskan turun temurun dan berkembang hasil karya ukir jepara dengan berbagai bentuk seperti patung ukirjepara, gebyok uikir jepara hingga produk furniture kayu ukiran khas Jepara yang sangat terkenal di seluruh dunia.

Demikian semoga bisa menambah refrensi kisah sejarah asal usul Seni ukir jepara dari blog KaryaBaruMandiri.com | Produsen Furniture Jati Jepara Berkwalitas.

Semoga Bermanfaat.